Hijriah

Penulis: Asep Juanda. Dimuat di Pikiran Rakyat (27 Des 2009).

Umat Islam mempunyai kalender khusus yang dinamakan kalender Hijriah. Ada alasan penting dinamakan dengan nama tersebut. Dinamakan kalender Hijriah karena sistem penanggalan dalam kalender Islam (1 Muharram 1 Hijriah) dihitung sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw. beserta para pengikutnya dari Mekah ke Madinah atas perintah Tuhan.

Peristiwa hijrah ini bertepatan dengan 15 Juli 622 Masehi. Jadi, penanggalan Islam atau Hijriah (1 Muharam 1 Hijriah) dihitung sejak terbenamnya matahari, Kamis, 15 Juli 622 Masehi. Walaupun demikian, penanggalan dengan tahun Hijriah ini tidak langsung diberlakukan tepat pada pelaksanaan hijrahnya Nabi saat itu. Namun, baru diperkenalkan dan diresmikan oleh sahabat Nabi sekaligus khalifah kedua, Umar bin Khatab, yaitu tujuh belas tahun setelah peristiwa hijrah tersebut.

Kalender dengan dua belas bulan, sebetulnya telah lama digunakan bangsa Arab, jauh sebelum diresmikan khalifah Umar, tetapi memang belum ada pembakuan perhitungan tahun pada masa-masa tersebut. Kalender yang terdiri atas dua belas bulan tersebut dan ditetapkan sebagai kalender Hijriah adalah sebagai berikut.

  1. Muharam, artinya yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Dinamakan Muharam karena pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tersebut berlaku sampai masa awal Islam.
  2. Safar, artinya kosong. Dinamakan Safar karena pada bulan itu semua laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga, dan berperang, sehingga permukiman mereka kosong dari orang laki-laki.
  3. Rabiuul Awal, berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awwal (pertama). Maksudnya, masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninggalkan rumah atau merantau.
  4. Rabiul Akhir, berasal dari kata rabi’ (menetap) dan akhir (terakhir/penghabisan) masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.
  5. Jumadil Awal, nama bulan kelima. Penamaan Jumadil Awal karena bulan ini merupakan awal musim kemarau dan mulai terjadi kekeringan.
  6. Jumadil Akhir, artinya musim kemarau yang penghabisan.
  7. Rajab, artinya mulia.
  8. Saban, artinya berkelompok. Penamaan Saban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah.
  9. Ramadan, artinya sangat panas. Sesuai dengan keadaan cuaca pada bulan tersebut. Ramadan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Alquran, satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan.
  10. Syawal, artinya kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena seusai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan.
  11. Zulkaidah, berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Zulkaidah karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu.
  12. Zulhijah, berasal dari kata dzul (pemilik) dan hijjah (haji), artinya yang menunaikan haji. Dinamakan zulhijah sebab pada bulan ini umat Islam menunaikan ibadah haji.

Kini, umat Islam telah mengakhiri tahun 1430 Hijriah dan berada pada tahun 1431 Hijriah atau Tahun Baru Islam 1431 Hijriah. Kedekatan tulisan dan sejarah kata hijrah dan Hijriah dalam Islam, membuat sebagian orang menyamakannya. Hal itu terlihat dalam penulisan “Tahun Baru Hijrah jatuh pada 18 Desember 2009”.

Apakah yang tepat Tahun Baru Hijrah atau Tahun baru Hijriah? Untuk membedakannya, tak ada salahnya kita melihat kepada bahasa asalnya, bahasa Arab. Di dalam bahasa Arab, cara yang digunakan untuk membentuk adjektiva yang bermakna berhubungan dengan kata dasarnya adalah dengan menambahkan akhiran—iy (ya nisbah) dan –iyah pada nomina. Jika kata dasarnya berupa nomina yang tergolong maskulin (muzakar), akhiran yang digunakan umumnya –i. Kata Masih dan Malik, jika diberi akhiran yang menyatakan nisbah, masing-masing menjadi Masihi (Masehi) yang berarti (1) “yang mengikuti Isa Almasih”, dan (2) “perhitungan tanggal yang berdasarkan kelahiran Almasih”; Maliki yang berarti “pengikut” atau mazhab yang didasarkan atas Imam Malik.

Kata dasar feminin (muannas) dijadikan adjektiva dengan pengimbuhan akhiran –iah. Kata hijrah artinya pindah, misalnya, menjadi hijriah, yakni nama tarikh Islam yang didasarkan pada peristiwa Nabi Muhammad saw.; fitrah yang berkaitan dengan fitrah. Di samping itu, terdapat pula kata bentukan dengan akhiran –iah yang dibentuk dari kata dasar maskulin. Misalnya, Muhammad dan Islam, menjadi Muhammadi(y)ah yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad saw.; Islamiah yang berhubungan dengan agama Islam’.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat kita simpulkan penggunaan kata hijrah yang mengacu kepada penanggalan yang didasarkan pada berpindahnya Nabi Muhammad saw. dari Mekah ke Madinah tidak tepat. Bentuk yang tepat untuk mengacu kepada penanggalan yang didasarkan pada berpindahnya Nabi Muhammad saw. dari Mekah ke Madinah adalah hijriah. Jadi, kalimat yang tepat adalah Tahun Baru Hijriah jatuh pada tanggal 18 Desember 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: