Menghindari dan Menghindarkan

Dari Buku Praktis Bahasa Indonesia 1, Pusat Bahasa.

Kata menghindari dan menghindarkan tidak dibentuk dari kata dasar hindar serta imbuhan me-…-i dan me-…-kan, tetapi berasal dari bentuk hindari dan hindarkan yang mendapat awalan me-. Kedua kata itu pemakaiannya sering dikacaukan karena pada umumnya orang menganggap bahwa kedua kata itu memiliki makna yang sama. Akibatnya, kedua kalimat seperti berikut ini dianggap mengandung informasi yang sama.

(1) Kami telah berusaha menghindari kesulitan.
(2) Kami telah berusaha menghindarkan kesulitan.

Jika kita cermati, tampak bahwa kedua kalimat itu sebenarnya berbeda. Pemakaian kata menghindari mengisyaratkan bahwa yang bergerak bukanlah objek, melainkan subjek atau pelakunya. Dengan demikian, kesulitan yang merupakan objek kalimat (1) sebenarnya tetap ada dan juga tetap tidak teratasi karena subjek kami yang bergerak pada kalimat itu hanya mengupayakan atau mencari jalan yang lain agar tidak berhadapan dengan kesulitan. Hal itu berbeda dengan penggunaan kata menghindarkan pada kalimat (2). Pada kalimat (2) itu yang bergerak adalah objeknya, yaitu kesulitan bukan subjeknya. Karena bergerak, kesulitan itu sudah teratasi sehingga tidak ada lagi. Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan contoh pemakaian kata menghindari dan menghindarkan yang tepat dengan objek yang konkret.

(3) Kecelakaan itu terjadi karena sopir bus tidak dapat menghindari sedan yang melaju dari arah depan.
(4) Dia sudah berusaha menghindarkan mobil yang dikendarainya itu dari terjangan bus kota.

Kedua contoh tersebut diharapkan dapat memperjelas penggunaan kata menghindari dan menghindarkan pada khususnya dan imbuhan –i serta –kan pada umumnya. Sebagai patokan, perlu dipahami bahwa kalimat yang predikatnya berupa kata kerja yang berakhiran –i, secara umum, objeknya tidak bergerak. Sebaliknya, jika predikatnya berupa kata kerja yang berakhiran –kan, lazimnya objek kalimat itu bergerak. Ciri makna tentang bergerak atau tidak bergeraknya objek juga tampak pada kalimat yang predikatnya berupa kata melempari danmelemparkan seperti di bawah ini.

(5) Anak itu melempari mangga dengan batu.
(6) Toto melemparkan mangga itu ke dalam keranjang.

Objek mangga pada kalimat (5) memperlihatkan ciri makna yang berbeda dengan mangga pada kalimat (6). Pada kalimat (5) mangga merupakan objek yang tidak bergerak, sedangkan pada kalimat (6) mangga merupakan objek yang bergerak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: